Rabu, 18 Februari 2009

Sejarah Muhammdiyah Temanggung

SEJARAH PERKEMBANGAN

PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH

KABUPATEN TEMANGGUNG

  1. Letak Geografis

Kabupaten Temanggung terletak antara 110;23’ – 110;46’ Bujur timur dan 7; 14 – 7’32’, 35’ lintang selatan. Jarak terjauh dari barat ke timur adalah 43,437, sedangkan jarat terjauh dari utara ke selatan adalah 34, 376 km.

Kabupaten Temanggung merupakan seilayah Pemerintahan Daerah Tingkat II Kabupaten termasuk di wolayah Propinsi Jawa Tengah dengan batas wilayah di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Kendal, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Magelang, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo, dan sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Semarang.

Sebelum adanya Otonomi Daerah Kabupaten Temanggung terdiri dari 13 Pemerintahan dingkat Kecamatan meliputi :

1. Kecamatan Temanggung

2. Kecamatan Tembarak

3. Kevcamatan Kranggan

4. Kecamatan Kaloran

5. kecamatan Kandangan

6. Kecamatan Pringsurat

7. Kecamatan Jumo

8. Kecamatan Ngadirejo

9. Kecamatan Candiroto

10. Kecamatan Tretep

11. Kecamatan Parakan

12. Kecamatan Kedu

13. Kecamatan Bulu

Dengan berlakunya Otonomi Daerah terjadia pemekaran KEcamatan dengan penambahan Wilayah Kecamatan meliputi :

14. Kecamatan Selopampang

15. Kecamatan Candimulyo

16. Kecamatan Kledung

17. Kecamatan bansari

18. Kecamatan Gemawang

19. Kecamatan Wonoboyo

20. Kecamatan Bejen

  1. Demografi

Berdasarkan data tahun 1994, Jumlah penduduk 637863 jiwa, terdiri dari 315171 laki – laki dan 322697 perempuan atau 45,40 % laki – laki dan 50,80 % perempuan.

  1. Dilihat dari jenis pekerjaan penduduk terdiri dari :

1. Tenaga Profesional

2. Tenaga kepemimpinan dan keterampilan

3. Tenaga Pelaksana dan TU

4. Tenaga penjualan

5. Tenaga Jasa Usaha

6. Tenaga Usaha pertanian

7. Tenaga Produksi

8. Tenaga Operator

9. Tenaga Kasar

10. Pekerja lainnya

9292

944

10424

31456

4888

293229

10384

4572

21892

732

2,83 %

0,32 %

3,12 %

9,42 %

1,54 %

71,76 %

3,11 %

1,49 %

6,67 %

0,22 %

  1. Tingkat Pendidikan

1. Tidak / belum tamat SD

2. Tamat SD

3. Tamat SMP

4. Tamat SMA

5. D III / Universitas

6. Tidak sekolah lagi

36080

53908

20800

10278

948

377478

6,95 %

10,47 %

4,01 %

1,98 %

0,18 %

76,52 %

  1. Komposisi pemeluk Agama

1. Islam

2. Kristen

3. Katholik

4. Budha / Konghuchu

5. Hindu

628912

12024

3905

10768

85

95,90 %

1,70 %

0,60 %

1,60 %

0,02 %

6. Tempat Ibadah

1. Islam

2. Kristen

3. Katholik

4. Budha / Konghuchu

5. Hindu

2581

38

24

21

2

245/buah

315/buah

160/buah

50/ buah

42/buah

6. Perkembangan Muhammadiyah di Temanggung

Latar belakang berdirinya Muhammadiyah temanggung

1. Faktor Internal

Umat Islam di Temanggung penuh dengan praktek – praktek agama yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, yang ditandai dengan semaraknya Praktek – praktek tahayul, Bid’ah, khurafat serta Kejawen. Masuknya Islam di Temanggung konsisi masyarakatnya sangat kental dengan praktek budaya peninggalan agama Hindu yang telah mendarah daging. Maka terjadilah percampuran antara Islam dengan tradisi yang kita kenal dengan Islam Sinkretis. Hal ini disebabkan factor budaya pedalaman yang bercorak agraris yang menetap statis yang menyebar keseluruh wilayah. Kondisi tersebut yang memotivasi seseorang bernama Haji Ikhsan ( kepala Agama Temanggung ) untuk mendirikan Muhammadiyah sebagai sebuah wadah guna mengadakan pembaharuan dan untuk meluruskan tauhid.

2. Faktor Eksternal

Adanya pengaruh pergerakan dan ide – ide pembaharuan di timur tengah, tepatnya Mesir dan Arab Saudi. Pengaruh gerakan kaum Wahabi dan ide pembaharuan Muhammad Abduh dalam al – manaar telah menjadi arah pergerakan Muhammadiyahyang dipelopori dan dipimpin oleh KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta. Gerakan pembaharuan Muhammadiyah sampai juga di Temanggung dipelopori oleh Haji Ikhsan. Dua tahun kemudian posisi Haji Ikhsan sebagai Kepala Agama diganti dan dilanjutkan oleh Haji Abu Suud Mansyur Al – Ghozali.

Pada masa Haji Abu Suud Mansyur inilah kemudian hari Muhammadiyah di Temanggung mengalami perkembangan dalam pergerakannya. Berbagai dakwah dikembangkan oleh beliau denga kelompok pengajian untuk melakukan pemurnian ( Purifikasi ) dan pelurusan tauhid Masyarakat.

Atas prakarsa dan rintisan haji Ikhsan secara resmi Muhammadiyah Temanggung didirikan , tepatnya tanggal 26 Noveber 1926 M, yang kemudian hari dilanjutkan oleh Haji Suud Mansyur Al – Ghozali yang keduanya berasal dari kota pedalaman Jawa Tengah yaitu Banjar Negara.

Langkah awal pergerakan Muhammadiyah Temanggung adalah dengan mendirikan Amal Usaha Hollandsche Indlandsche School Qur’an (HIS) . Muhammadiyah pada tahun 1927 dan juga Hizbul Wathan

HIS Muhammadiyah yang didirikan terletak di Jalan MT Haryono No. 23 ( Yang sekarang menjadi SMP Muhammadiyah 1 Temanggung ) bertujuan untuk menampung anak – anak pribumi yang didak masuk sekolah pemerintah.

Dalam kurun waktu sepuluh tahun kemudian, tepatnya 1937, atas jasa kegiatan Muhammadiyah di bidang pendidikan oleh Pemerintah Hindia Belanda diberi Izin untuk mendirikan Sekolah Schakel School.

Dipilihnya jalur pendidikan sebagai langkah awal untuk menyampaikan ide – ide pembaharuan, dengan metode “mengkombinasikan system pendidikan tradisional (pesantren) dengan system pendidikan modern) dengan maksud agar terjadi keseimbangan antara ketrampilan praktis dan epngetahuan umum yang dilandasi oleh nilai – nilai keagamaan. Melalui penggabungan sstem tersebut Muhammadiyah akan memperoleh keuntungan ganda yaitu :

1. Menambah kesadaran Nasionalisme melalui ajaran Islam

2. Melalui Sekolah – sekolah ide pembaharuan bisa sampai ke masyarakat secara luas

3. Mempromosikan pengunaan ilmu praktis dan pengetahuan modern ke masyarakat.

Sejak adanya Amal Usaha Tersebut selama kurun waktu 10 tahunan, tepatnya 1945 berdirilah dua cabang baru yaitu Cabang Kowangan dan Cabang Kedu ( waktu itu belum bernama Cabang ) dan menerbitkan sebuah majalah mingguan “Al – Haq”.

Di masa revolusi fisik hampir seluruh kegiatan tercurah pada perjuangan politik yang berafiliasi dengan Partai Masjumi. Dimana Muhammadiyah merupakan anggota Istimewanya, sehingga sampai dibubarkan Masyumi pada tahun 1962 oleh pemerintah Ir. Soekarno. Sejak saat itu Muhammadiyah berkonsolidai dan menetapkan untuk melepaskan diri dadi kancah Politik Praktis secara Nasional sampai sekarang.

Sampai dengan tahun 1955 anggota Muhammadiyah dapat dihitung dengan jari, pada awal berdirinya anggotanya baru 8 orang merangkap pengurus, sampau kurun waktu sepuluh tahun anggota aktif baru tercatat 24 orang, sementara itu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Temanggung berdiri secara resmi pada tahun 1962, yang sebelumnya masih merupakan Pimpinan Cabang Temanggung dengan kepengurusan sebagai berikut :

1. H. Soekirman Ketua wafat tahu 1980

2. H Ismail Siswo Soedarmo Anggota wafat tahun 1976 (di tanah suci)

3. H. Z. Ibrahim Anggota ----

4. Prayitno Anggota wafat tahun 2005 ( 2 Juni )

5. H. Soekadi Joewono Anggota wafat tahun 2005 ( awal bulan Mei )

Kepemimpinan Muhammadiyah Temanggung dari periode – eriode sejak berdirinya Muhammadiyah di Temanggung terinci sebagai berikut :

No

Periode Rapat / Konggres tahunan Muktamar

Tahun / Periode

Ketua Pimapinan Pusat

Ketua Pimapinan Daerah Temanggung

1

2

3

4

Konggres tahunan ke 15 di Surabaya, 1962

Konggres tahunan ke 16 di Pekalongan, 1927

Konggres tahunan ke 17 di Yogyakarta, 1928

Konggres tahunan ke 18 di Surabaya, 1929

1926 – 1929

KH Ibrahim

KH Ibrahim

KH Ibrahim

KH Ibrahim

KH. Ikhsan

KH. Ikhsan

KH. Ikhsan

KH. Ikhsan